Guyuran Susu pada Teh
Orang Medan menyebutnya teh tarik. Orang Minang mengenalnya sebagai teh talua karena dicampur telur. Nun jauh disan, di Hong Kong, orang pun kerap meneguknya. Sebutannya dai-pai-dong. Semua sama, paduan susu dengan teh. Rasanya ehm…. tentu sedap. Bagi penggemar teh dan susu, sajian ini memberi sensasi yang lain dari sekedar teh atau susu. Namun, jangan terburu-buru menjadi maniak. Hasil penelitian menyebutkan manfaat teh bagi kesehatan tak bisa maksimal karena ada guyuran susu tersebut.
Para peneliti di Berlin, Jerman, melakukan penelitian kecil dan menyimpulkan meneguk teh tanpa susu membuahkan manfaat kesehatan lebih baik. Profesor dr Verena Stangl, pemimpin reset, mengungkapkan penambahan susu pada secangkir teh bisa mengikis keampuhan teh melindungi dari serangan jantung. ”ada kandungan protein dalam susu yang dikenal sebagai kasein yang menhalangi khasiat teh yang maksimal, ” ujarnya.
Tim peneliti melakukan pengecekan efek teh pada jaringan manusia dan juga tikus. Hasilnya,ada molekul dalam teh yang disebut catechin, yang membantu pembesaran pembuluh-pembuluh darah dengan memproduksi zat kimia bernama nitrit oksida. Nah, kasein pada susu mencegah efek ini dengan mengurangi konsentrasi catechin pada teh. Karena itulah teh tidak bisa memberi efek maksimal dalam mengurangi resiko serangan jantung.
Namun, June Davison dari British Haert Foundation menyebutkan belum tentu studi kecil ini berdampak terhadap konsumsi teh plus susu. Di negerinya, meneguk sajian khas tersebut merupakan tradisi yang lekat dengan keseharian . Bahkan kenikmatan itu kemudian menyebar ke berbagai negara koloninya, seperti Hong Kong dan Malaysia. Namun, menurut dia, studi tersebut setidaknya memberikan ide bahwa para ilmuwan seharusnya tidak berfokus pada satu makanan, tapi juga pada efek penggabungan dua makanan atau lebih.
Profesor Andrew Steptoe dari Departemen Epidemiologi dan Kesehatan Publik UCL-Global University, London, yang sebelumnya melakukan riset efek teh dalam memulihkan stres, menyebutkan studi ini masih sulit dimunculkan karena lingkupnya terlalu kecil. Steptoe menyebutkan kita perlu tahu efek untuk jangka panjang. Yang pasti, kata dia, ada sekitar 200 kumpulan bioaktif dalam teh yang bisa berpengaruh terhadap susu. “Namun, tidak berarti susu memberi efek negatif lain pada teh,” ujarnya.
Jadi, untuk sementara, Chaterine Collins, juru bicara British Dietetic Society, menyarankan yakinlah bahwa teh adalah minuman yang sangat menyehatkan. “Silahkan pilih, tanpa susu atau tidak,” ucapnya. Dengan menambahkan susu, tentu saja akan meningkatkan asupan kalsium.
Sumber: Koran Tempo, 24 Januari 2007



