July 21, 2009 at 9:09 am
· Filed under Kue Basah, Jajan Pasar, KUE-KUE

Bahan :
- 500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
- 200 gr gula merah, sisir halus
- 1/8 sdt garam
- 1 lembar daun pandan, simpulkan, sobek-sobek
- 4 butir telur ayam kampung, kocok
- 150 gr kurma segar, buang bijinya, masing-masing potong 4 bagian
- 250 gr pisang raja yang tua, kupas, potong menyerong 1 cm
Cara Membuat :
- Masak santan, gula merah, garam, daun pandan sampai gula larut dan santan mengental. Angkat dan biarkan dingin.
- Aduk rata santan bersama telur, pisang, dan kurma. Tuang adonan ke dalam pinggan tahan panas bergaris tengah 8 cm dengan tinggi 4 cm. Kukus selama 20 sampai 25 menit atau sampai matang. Angkat dan sajikan hangat.
Untuk : 10 mangkuk
Resep : Majalah Femina
*) Jika memakai kurma kering, rendam kurma dalam air panas sampai lunak, tiriskan, lalu potong-potong.
Permalink
July 21, 2009 at 8:49 am
· Filed under Kue Basah, Jajan Pasar, KUE-KUE

Bahan :
- 200 gr tepung beras yang baru, siap beli
- 50 ml air
- 200 ml air mendidih
- 4-5 tetes pewarna merah atau menurut selera
- 1/4 sdt garam
- 150 gr daging buah nangka, iris-iris memanjang
- 100 gr daging buah kelapa muda, keruk kasar
- 2 buah pisang raja yang tua, kukus matang, kupas, potong melintang serong 1 cm
Saus :
- 400 ml santan dari 1/2 butir kelapa
- 25 ml air daun suji yang cukup pekat dari 25 lembar daun suji dan 3 sdm air matang
- 1 lembar daun pandan, simpulkan, sobek-sobek
- 2 lembar daun jeruk
- 75 gr gula pasir 2 sdm tepung maizena, larutkan dengan sedikit air untuk mengentalkan

Cara membuat :
- Perciki tepung beras dengan 50 ml air sedikit demi sedikit sambil aduk rata hingga berbutir halus dan tepung menjadi lembab.
- Ayak butiran tepung beras sambil tekan-tekan supaya butiran tepungnya merata dan tepung beras lembab.
- Tuang air mendidih sedikit demi sedikit ke dalam tepung beras sambil diaduk hingga menjadi adonan yang dapat dipulung.
- Bagi adonan menjadi 2 bagian. Beri 1 bagian adonan dengan pewarna merah, uleni hingga adonan berwarna merah rata.
- Masukkan adonan merah ke dalam cetakan putu mayang. Tekan sehingga adonankeluar berbentuk panjang seperti mi. Potong menurut selera. Lakukan demikian sampai adonan merah habis. Lakukan hal yang sama pada adonan putih.
- Alasi dandang dengan daun pisang atau plastik. Atur putu mayang di atasnya. Beri jarak antara satu dan yang lainnya.
- Kukus selama 15-20 menit atau sampai matang. Angkat dan sisihkan.
- SAUS : Didihkan semua bahan saus kecuali air daun suji sampai gula larut. Tuang larutan maizena. Aduk hingga kental. Masak sampai mendidih, masukkan air daun suji, aduk rata. Angkat.
- PENYAJIAN : Atur 2 buah putu mayang, nangka, kelapa dan pisang dalam piring saji. Siram dengan sausnya, sajikan segera.
Untuk : 16 potong
Resep : Majalah Femina
Permalink
July 16, 2009 at 6:34 am
· Filed under Kue Basah, Jajan Pasar, Gulaku, Resep dari :, KUE-KUE
Bahan :
- 100 gr mentega
- 200 ml air
- 100 gr tepung terigu
- 3 butir telur
- 1/2 sdt baking powder
Vla Durian :
- 100 gr GULAKU
- 50 gr tepung maizena
- 100 gr durian, haluskan
- 400 ml susu
- 1/2 sdt garam
- 1/2 sdt vanili
- 2 butir kuning telur
- 1 butir kelapa muda, dagingnya iris kasar
- 1 sdm mentega
Hiasan :
Cara Membuat :
- Kulit : Didihkan air dan mentega, masukkan terigu. Masak hingga matang dan adonan lepas dari dasar panci. Angkat. Tambahkan telur dan baking powder. Kocok cepat hingga rata.
- Semprot adonan di loyang. Panggang hingga matang. Jangan dibuka sebelum kering.
- Campur bahan vla, masak sambil di aduk terus hingga kental. Dinginkan.
- Belah kulit sus. Isi dengan vla durian. Hias dengan GULAKU. Sajikan.
Hasil : 25 buah
Resep : GULAKU
Permalink
July 2, 2009 at 8:39 pm
· Filed under Kue Basah, Jajan Pasar, KUE-KUE

Bahan :
- 1 kg beras ketan putih, rendam semalaman, tiriskan
- 300 ml santan encer
- 2 liter santan dari 3 butir kelapa parut
- 1 sdt garam
- 4 lembar daun pandan, simpulkan
- 400 gr gula aren, sisir halus
- 200 ml air
- 200 gr gula pasir
- 1/8 sdt garam
- 1 lembar daun pisang untuk alas
Cara Membuat :
- Kukus ketan dalam dandang panas hingga setengah matang, angkat. Sisihkan.
- Didihkan santan encer, garam, dan daun pandan. Masukkan ketan setengah matang, aduk hingga santan terserap habis.
- Angkat, kukus kembali ketan aron selama 20 menit hingga matang. Angkat, sisihkan.
- Masak gula aren dan air hingg gula larut. Angkat, saring, sisihkan.
- Masak santan diatas api sedang hingga kental. Masukkan air gula aren, gula pasir dan garam. Masak hingga santan berminyak, masukkan ketan kukus, aduk dan masak hingga santan terserap habis dan ketan berminyak. Angkat.
- Ratakan adonan ketan dalam cetakan ukuran 23 x 30 x 4 cm yang beralas daun pisang, sambil padatkan.
- Dinginkan dan potong-potong. Sajikan.
Untuk : 25 potong
Kalori : 347 kalori/potong
Tips :
- Pilih beras ketan asli tanpa campuran dan baru.
- Tambahkab daun pandan supaya aroma beras ketan bertambah harum.
- Jika wajik ketan akan di simpan, taruh dalam tempat sejuk, jangan disimpan dalam lemari pendingin, karena wajik akan keras dan aromanya tidak segar lagi. Wajik ketan tahan simpan selama 2 - 3 hari.
Resep : Majalah …..
Permalink
June 23, 2009 at 8:53 pm
· Filed under Kue Basah, Jajan Pasar, KUE-KUE

Bahan :
- 250 gr beras ketan
- 500 gr kelapa setengah tua, kupas, parut memanjang
- 1 1/4 sdt garam
- 100 gr gula pasir
- 1 sdt air kapur sirih
- 2 tetes pewarna merah
- 1 lembar daun pisang untuk alas loyang
Cara Membuat :
- Rendam beras ketan selama 30 menit, tiriskan, tumbuk hingga hampir halus, berbutir kecil (menir).
- Aduk rata menir, kelapa parut, garam, gula pasir, dan air kapur sirih. Bagi adonan menjadi 2 bagian. Aduk satu bagian dengan pewarna merah hingga rata.
- Alasi loyang ukuran 20×20x5 cm dengan daun pisang.
- Ratakan adonan awuk-awuk putih di dasar loyang sambil dipadatkan.
- Taruh adonan awuk-awuk merah di atasnya sambil padatkan. Kukus awuk-awuk dalam dandang panas selama 30 menit sampai matang. Angkat. Dinginkan.
- Potong awuk-awuk 5×4 cm. Sajikan.
Untuk : 20 potong
Kalori per potong : 120
Resep : …
Permalink
June 12, 2009 at 10:02 am
· Filed under Kue Basah, Jajan Pasar, KUE-KUE

Bahan Unti :
- 100 gr kelapa parut kasar
- 35 gr gula merah, disisir halus
- 1/4 sdt garam
- 200 ml air
- 1 lembar daun pandan
Bahan Kulit :
- 200 gr tepung ketan
- 1/2 sdt garam
- 50 gr gula pasir
- 125 ml air + 1 lembar pandan, direbus
- 2 tetes pewarna hijau
- Daun pisang untuk alas
Cara Membuat :
- Isi : masak semua bahan isi sambil diaduk sampai meresap. Sisihkan.
- Kulit : campur tepung ketan, garam, dan gula. Tuang air pandan yang mendidih ke dalam campuran tepung sedikit-sedikit sambil diaduk sampai kalis.
- Tambahkan pewarna hijau, aduk rata.
- Ambil 7 gram adonan. Pipihkan. Tambahkan isi, bentuk bulat.
- Taburi cetakan kue ku dengan sedikit tepung beras. Masukkan bulatan adonan ke dalam cetakan. Pipihkan adonan hingga memenuhi cetakan.
- Keluarkan dari cetakan dan alasi dengan daun pisang yang sudah di oles dengan sedikit minyak goreng.
- Kukus 5 menit dengan api sedang. Buka kukusan tiap 2 menit untuk menghilangkan uapnya.
Untuk : 20 buah
Resep : Majalah SEDAP, Edisi 1/VII/2006
Permalink
June 8, 2009 at 8:14 am
· Filed under Kue Basah, Jajan Pasar, KUE-KUE

Bahan :
- 1/2 buah bawang bombay, dicincang halus
- 2 siung bawangputih, dicincang halus
- 100 gr ayam giling
- 2 sdm tepung terigu
- 100 ml kaldu ayam
- 200 ml susu cair
- 100 gr mi telur, diseduh
- 100 gr wortel, dipotong kotak kecil, direbus sebentar
- 1/2 sdt garam
- 3/4 sdt merica bubuk
- 1/2 sdt pala bubuk
- 1 butir telur
- 50 gr keju cheddar, diparut
Bahan Pelapis :
- 100 gr tepung roti kasar
- 2 butir telur, dikocok lepas
- Minyak untuk menggoreng
Cara Membuat :
- Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu. Masukkan ayam giling, aduk sampai berubah warna. Masukkan tepung terigu. Aduk sampai bergumpal.
- Tuang kaldu dan susu cair. Aduk sampai meletup-letup. Tambahkan wortel dan mi, aduk rata sampai adonan kental.
- Angkat dari api, masukkan telur dan keju, aduk. Bulatkan sebesar bola pingpong.
- Celupkan ke dalam telur lalu gulingkan di tepung roti. Goreng hingga matang dalam minyak goreng panas.
Untuk : 20 buah
Resep : Tabloid SAJI, 29 Desember 2003
Permalink