Custom Search

Archive for October, 2009

BROWNIES KELAPA

Brownies Kelapa

Bahan :

  • 125 gr mentega
  • 300 gr cokelat masak (dark cooking chocolate)
  • 3 butir telur ayam
  • 100 gr gula pasir
  • 1 sdt vanili bubuk
  • 50 gr kacang mete panggang, cingcang
  • 30 gr kelapa parut kering hakus

Ayak :

  • 40 gr tepung terigu
  • 1 sdt kayu manis bubuk
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt baking powder

Taburan :

  • 10 gr kelapa parut kering kasar
  • 50 gr kacang mete, panggang, cincang

Cara Membuat :

  1. Siapkan loyang ukuran 30 x 20 x 3 cm, olesi margarin dan taburi terigu. Sisihkan.
  2. Tim mentega dan cokelat masak hingga leleh. Angkat, dinginkan.
  3. Kocok telur, gula, dan vanili hingga berbuih. Masukkan campuran terigu, aduk perlahan hingga rata.
  4. Masukkan cokelat leleh, aduk hingga rata. Tambahkan kacang mete dan kelapa parut kering. Aduk hingga rata.
  5. Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan.
  6. Taburi dengan kelapa parut dan kacang mete cincang. Panggang dalam oven panas bersuhu 180 derajat Celcius selama 25 menit hingga matang. Angkat, dinginkan. Potong-potong dan sajikan.

Untuk : 35 potong

Kalori perpotong :116

Comments

Melawan Penyakit dengan Kayu Manis


Dari: “syamsi kusyanti” <syamsi.kusya@gmail.com>

TTanggal: Tue, 23 Oct 2007 12:19:13 +0700

P

pPerihal: Melawan Penyakit dengan Kayu Manis

Tren kembali ke obat tradisional tampaknya kian memberikan harapan. Selama
ini, berbagai tanaman obat tradisional, termasuk kayu manis (Cinnamoman
burmani), dianggap manjur untuk mengobati penyakit hanya berdasarkan warisan
cerita dari mulut ke mulut.

Kayu manis merupakan rempah-rempah dalam bentuk kulit kayu yang biasa
dimanfaatkan masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Selain
sebagai penambah cita rasa masakan dan pembuatan kue, sejak dulu ia dikenal
punya berbagai khasiat. Tak hanya sampai di situ, kayu manis juga saat ini
sudah menjadi bagian dari bahan baku dalam industri jamu dan kecantikan.


Khasiat ,Menurut penjelasan pakar obat-obatan herbal, Prof. Hembing Wijayakusuma,
kayu manis berkhasiat untuk obat asam urat, tekanan darah tinggi, maag,
tidak nafsu makan, sakit kepala (Vertigo), masuk angin, diare, perut
kembung, muntah-muntah, gernia, susah buang air besar, asma, sariawan, sakit
kencing, dan lain-lain. Selain itu, kayu manis memang memiliki efek
farmakologis yang dibutuhkan dalam obat-obatan. Kulit batang, daun, dan
akarnya dapat dimanfaatkan sebagai obat antirematik, peluruh keringat
(diaphoretik), peluruh kentut (Carminative), meningkatkan nafsu makan
(Istomachica), dan menghilangkan sakit.


Untuk asam urat, ambillah sebesar ibu jari kayu manis, 5 gram biji pala, 5
butir kapulaga, 5 butir cengkih, 200 gram ubi jalar merah, 10 butir merica,
dan 15 gram jahe merah. Ramuan tersebut direbus dengan 1.500 cc air, dan
biarkan hingga tersisa 500 cc. Kemudian disaring dan tambahkan 200 cc air
susu cair dan diminum.

Resep lain, seibu jari manis, 15 gram jahe merah, 5 gram biji pala, 5 butir
kapulaga, 5 butir cengkih, dan 4 lembar daun sosor bebek. Rebuslah ramuan
tersebut dengan 600 cc air hingga airnya tersisa 300 cc. Setelah itu, air
rebusan disaring dan diminum.

Comments

MERAMU KAYU MANIS MENJADI OBAT



üntuk Asam Urat :
Ambil 1 jari kulit kayu manis, 15 gr jahe merah, 5 butir cengkeh, 5 butir kapulaga, 5 gr biji pala dan 4 gr daun sosor bebek.
Rebus semua bahan dengan menggunakan 600 cc air sampai tersisa 300 cc, saring dan diminum.

Sumber : ….(Jimmy)

Comments

Pengobatan Tradisional untuk Asam Urat


1.From: Nusetyo Ekantono [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Wednesday, January 29, 2003 9:48 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [yonsatu] Re: Mang Ehe & Yanto
 
Nug,
Mumpung di Balikpapan, obat asam urat yang paling sederhana adalah singkong
rebus, coba pagi dan sore minimal 10 cm, alias dua potong.
Kakak saya orang Jakarta Loyd di Tarakan sudah coba berhasil.
Tapi ya itu, kebiasaan makan sop kaki kambing semacam di jalan Kendal, harus
dikurangi, kalau perlu dibikin kayak tahun baru aja , setahun sekali.
SELAMAT mencoba.

Terima kasih
Koni

Comments

GOUT

GOUT atau penyakit asam urat, suatu penyakit yang sudah dikenal sejak masa Hippocrates, sering dinamakan sebagai “penyakit para raja dan raja dari penyakit” karena sering muncul pada kelompok masyarakat dengan kemampuan sosial-ekonomi tinggi sehingga dapat sering mengonsumsi daging (yaitu keluarga kerajaan pada zaman dahulu) serta karena menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat. Gout sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu gutta (tetesan) karena kepercayaan kuno bahwa penyakit ini disebabkan oleh luka yang jatuh tetes demi tetes ke dalam sendi.

GOUT adalah penyakit di mana terjadi penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan, baik akibat produksi yang meningkat, pembuangannya melalui ginjal yang menurun, atau akibat peningkatan asupan makanan kaya purin. Gout terjadi ketika cairan tubuh sangat jenuh akan asam urat karena kadarnya yang tinggi. Gout ditandai dengan serangan berulang dari arthritis (peradangan sendi) yang akut, kadang-kadang disertai pembentukan kristal natrium urat besar yang dinamakan tophus, deformitas (kerusakan) sendi secara kronis, dan cedera pada ginjal.

Gout secara tradisional dibagi menjadi bentuk primer (90 persen) dan sekunder (10 persen). Gout primer adalah kasus gout di mana penyebabnya tidak diketahui atau akibat kelainan proses metabolisme dalam tubuh. Gout sekunder adalah kasus di mana penyebabnya dapat diketahui. Sekitar 90 persen pasien gout primer adalah laki-laki yang umumnya berusia lebih dari 30 tahun, sementara gout pada wanita umumnya terjadi setelah menopause. Diperkirakan bahwa gout terjadi pada 840 orang setiap 100.000 orang. Gout sangat terkait dengan obesitas, hipertensi, hiperlipidemia, dan diabetes mellitus.

Alkohol merupakan salah satu sumber purin dan juga dapat menghambat pembuangan purin melalui ginjal sehingga disarankan tidak sering mengonsumsi alkohol. Pasien juga disarankan untuk meminum cairan dalam jumlah banyak karena jumlah air kemih sebanyak 2 liter atau lebih setiap harinya akan membantu pembuangan urat dan meminimalkan pengendapan urat dalam saluran kemih.Sejak dahulu masyarakat percaya bahwa konsumsi makanan tertentu dapat menimbulkan penyakit asam urat, misalnya jeroan, emping, dan bayam. Dengan demikian, banyak orang yang pernah menderita radang sendi, tanpa mengetahui penyebab radang sendinya, selalu berupaya menghindari makanan tersebut. Atau jika ingin mengonsumsi makanan tersebut, mereka meminum obat atau ramuan tradisional untuk menurunkan kadar asam uratnya.Ada beberapa jenis makanan yang diketahui kaya purin, antara lain daging, baik daging sapi, babi, kambing, atau makanan dari laut (seafood), kacang-kacangan, bayam, jamur, dan kembang kol. Tenaga kesehatan umumnya selalu menyarankan untuk menghindari atau mengurangi konsumsi makanan tersebut. Akan tetapi, sampai beberapa tahun yang lalu belum ada bukti nyata yang mendukung hal itu.

Tubuh manusia adalah perwujudan mikro dari alam semesta. Ketika alam semesta rusak oleh keserakahan manusia, yang pada akhirnya menanggung segala akibatnya adalah manusia itu sendiri. Banjir bandang, longsor, kebakaran hutan, dan lain-lain hanyalah akibat dari keserakahan manusia. Tubuh dengan segala interaksinya juga mengajarkan kepada kita bahwa keserakahan/kerakusan pada akhirnya akan merusak diri kita sendiri. Oleh karena itu, mulai saat ini, cobalah untuk mengonsumsi makanan dan minuman dalam jumlah yang tidak berlebihan dan tidak berkekurangan agar kesehatan tubuh dapat terus terpelihara. Hidup tidak serakah, jiwa damai, tubuh sehat. Selamat mencoba.Sumber : diambil dari berbagai sumber, al.:

    1.Kompas Cyber Media
    2.dr Juandy Jo Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada

Comments

Next entries »