Deteksi Dini Kekurangan Vitamin A pada Anak
Deteksi dini kekurangan vitamin A pada anak sangat penting. sebab kekurangan vitamin A, selain akan menyebabkan kebutaan, juga mempertinggi resiko kematian. dewasa ini indonesia masih termasuk kelompok 73 negara di dunia yang menghadapi kekurangan vitamin A pada anak. walaupun status kekurangan vitamin A berat dengan ciri terjadinya bintik putih pada mata (xerophotalmia) atau rabun senja sudah jarang di temukan, tetapi masih banyak anak indonesia berada pada ambang batas kekurangan vitamin A tanpa gejala klinis yang jelas.
Demikian diungkapkan dr. Gantira Natadisastra dalam disertasinya, “Diagnosa Dini Kekurangan Vitamin A dengan menggunakan Sitologi Imprin Konjungtiva”, pada sidang senat terbuka untuk memperoleh gelar Doktor dalam ilmu kesehatan di Universitas Padjadjaran Bandung, hari kamis (30/7). Gantira memperoleh gelar doktor dengan predikat memuaskan.
Disebutkannya, status ambang vitamin A pada anak terbukti cukup rawan. Pada kasus terjadinya penyakit diare, atau paceklik dan pangan sulit, anak dengan mudah menjadi berstatus kekurangan vitamin A. Dalam kondisi ini anak menghadapi ancaman kebutaan dan penurunan status kesehatan serius.
Menurut dia, kendala utama dari deteksi dini kekurangan vitamin A ini, mahal dan sulitnya pemeriksaan. Disebutkan juga, saat ini fungsi vitamin A dalam metabolisme tubuh belum seluruhnya diketahui.. Selain itu cara penentuan status vitamin A pada anak tidak akurat karena seringkali hanya berdasarkan wawancara dengan orang tua si anak.
Sedangkan pemeriksaan dengan elektroretinografi sangat mahal dan tidak mungkin dilakukan dilapangan. Status kekurangan vitamin A ini, kadang-kadang tidak memperlihatkan gejala klinis khas. Selain itu adanya bercak bitot bukan selalu tanda khas kekurangan vitamin A, karena ada bercak bitot yang tidak responsif pada pemberian vitamin A.
Pemeriksaan sederhana
Melihat kendala di lapangan itu, Gantira memilih cara pemeriksaan epitel konjungtiva sederhana dengan cara sitologi imprin konjungtiva. Ini berdasarkan fungsi vitamin A dalam tubuh, yang diperlukan untuk diferensiasi dan pemeliharaan sel epitel mukosa seluruh tubuh.
Sedangkan kekurangan vitamin A, menyebabkan perubahan pada epitil, keratinisasi sampai hilangnya sel goblet. Bertolak dari asumsi ini, pemeriksaan cara sitologi imprin konjungtiva menggunakan kertas saring celulose acetat yang ditempelkan ke mata. Cara ini tidak menimbulkan rasa sakit, maupun ketakutan pada anak. Penelitian dengan cara sitologi imprin konjungtiva di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung terhadap 74 anak dengan gejala xeroftalmia ringan dan 72 anak tanpa gejala sebagai kontrol. Hasil deteksi dini menunjukkan , dari 26 anak yang tidak menunjukkan gejala klinis bitot atau rabun senja, sebanyak12 anak menunjukkan hasil sitologi imprin konjungtiva abnormal.
Dia mengatakan dengan cara mudah dan murah ini terbukti dapat didektesi dini kekurangan vitamin A pada anak yang tidak menunjukkan gejala klinis kekurangan vitamin A. Dua bulan setelah pemberian vitamin A dosis tinggi sekitar 200.000 iu kepada anak-anak tersebut, terbukti statusnya kembali menjadi normal.
Sumber : Kompas, 1-8-1992



nsdazzle Weblog said,
January 12, 2009 @ 8:08 am
[…] Deteksi Dini Kekurangan Vitamin A pada Anak Friday, November 16th, 2007 […]
VIDA said,
January 30, 2010 @ 10:08 am
KALAU BISA PENGERTIAN VITAMIN A LEBIH LANJUT DAN PENGARUH SERTA DAMPAKNYA