Custom Search

Antibiotik Aman untuk Anak

Pendapat yang meragukan antibiotik tidak aman bagi anak-anak adalah tidak benar. Jika antibiotik digunakan secara terukur, sesuai dosis, dan tepat indikasinya, maka efeknya akan aman di tubuh anak-anak. Anak dan dewasa jelas memiliki dosis yang berbede dalam mengonsumsi antibiotik. Inilah yang harus diperhatikan benar oleh dokter. “Karena jika ukuran penggunaannya tidak tepat, dosisnyapun tidak tepat, kuman-kuman dapat menjadi resisten,” jelas dr. Erwin P Soenggoro, SP.A dar RS Fatmawati Jakarta.

baca selengkapnya …

Bahkan bayi pun boleh mengonsumsi antibiotik, sekali lagi dengan dosis yang tepat. Dokter Erwin mengatakan bahwa biasanya pemberian antibiotik pada bayi dengan mengukur berat badan dan luas tubuh (diukur dari berat dan tinggi badan).

Sebenarnya penggunaan antibiotik pada anak-anak dan orang dewasa tidak ada bedanya. Selama pemberian pada anak sesuai dosis, tidak akan menjadi masalah. Yang harus diingat, pemberian antibiotik pada anak harus di bawah pengawasan dokter. Ini untuk melihat apakah si anak memiliki gejala alergi pada antibiotik, atau kemungkinan keluhan lain. Jika ada alergi, penggunaan antibiotik harus dihentikan.

Dokter sering menganjurkan pada pasien untuk mengatasi penyakit dengan obat biasa terlebih dahul. “Saya sering menganjurkan pada pasien yang anaknya panas, untuk memberinya obat penurun panas dahulu. Selain itu, suhu tubuhnya harus diukur dengan benar menggunakan termometer, sering mereka hanya menggunakan tangannya untuk merasakan suhu anak,” ungkap dr. Erwin

Kategori suhu panas adalah lebih dari 38,5 derajat celcius. Atau bisa dilihat jika suhu tubuh indikasinya menigkat terus. Jika panas tinggi, berikan obat penurun panas, setelah suhu menurun, masalah pun selesai, tidak perlu antibiotik.

Kadang penyakit disebabkan oleh virus, sedangkan virus tidak dapat diatasi oleh antibiotik. Menurut dr. Erwin, virus memiliki batasan waktu dalam tubuh, yang nantinya akan hilang. Kecuali jika terbukti anak sampai diare, sakit kepala, perlu dibawa ke dokter untuk pemeriksaan dan kemungkinan memerlukan antibiotik.

Pemberian yang sesuai dosis tidak akan mendatangkan masalah. Beda dengan pemberian yang tidak sesuai dosis, akibatnya kuman menjadi kebal antibiotik, sehingga si anak harus diberi obat yang lebih keras lagi. “Jika kuman semakin kebal antibiotik, lama-kelamaan kita tidak memiliki obat lagi untuk mengatasi penyakit,” ujar dr. Erwin

Leave a Comment